Saturday, 14 September 2013

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Mapel Aqidah Akhlak

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu materi penting dalam pelaksanaan pendidikan formal terutama yang berbasis umum. Hal tersebut dikarenakan materi pendidikan Agama Islam merupakan satu-satunya wahana untuk memberikan pengetahuan keagamaan, jika peserta didik tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang bernuansa religius selain disekolah, maka guru memegang peranan penting dalam mengelola dan mengambil tindakan bagaimana dan seberapa  jauh  tingkat  penguasaan  peserta  didik  terhadap  materi  pendidikan Agama  Islam.  Kegiatan  belajar  mengajar  yang  dapat  melahirkan  interaksi- interaksi antar potensi yang ada dalam diri peserta didik merupakan suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal diantaranya bagaimana guru dengan segenap pengalaman dan pengetahuannya mampu mengelola dengan menggunakan metodelogi yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik
Dalam mencapai tujuan dari pada instrumen itu adalah metode dalam mengajar.  Banyak  metode  yang  bisa  digunakan  dalam  pengajaran  sehingga seorang   guru harus selektif dalam memilih   dan menggunakan   metode pembelajaran.  Dalam  pembentukan  akhlaq  peserta  didik  maka  pembelajaran agama islam memegang peranan yang sangat penting. Mengingat dalam agama islam sudah tercantum tata cara berakhlaq, hukum agama islam, hukum ibadah dan lain sebagainya.
Dalam  kehidupan  sehari-hari  kita  melihat  pendidikan  agama  islam kurang begitu diminati oleh peserta didik. Banyak  yang menganggap   bahwa pendidikan  agama islam sudah mereka  dapat dalam  sekolah-sekolah  non formal yang ada di musholla atau dimasjid sehingga minat untuk belajar   agama islam sangatlah kurang. Selain dari pada itu pembelajaran Aqidah Akhlak dirasa kurang menarik minat siswa karena tidak adanya metode yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran tersebut.
Pelajaran Aqidah Akhlak akan selalu bersinggungan dengan kehidupan manusia sehari-hari, sebab sebagai insan yang beragama islam maka Aqidah dan



Akhlak yang sesuai dengen ajaran agama Islam akan selalu melekat pada kehidupan mereka. Untuk itu perlu adanya metode pembelajaran yang tepat untuk mengajar pendidikan agama terutama mata pelajaran Aqidah Akhlak disekolah. Seperti kita ketahui bahwa mata pelajaran Aqidah Akhlak merupakan mata pelajaran yang memuat tentang dasar keyakinan yang pokok atau Aqidah yakni yang menyangkut keimanan seseorang serta tata cara bersikap dan bermoral baik dalam hubungannya dengan Hablimminallah ataupun Hablumminannas dan lingkungan alam sekitar, sehingga mata pelajaran Aqidah Akhlak akan tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengingat pentingnya materi agama dalam kehidupan manusia dan dengan   semakin   majunya   perkembangan   ilmu   pengetahuan   dan   teknologi membuat kita harus mampu menyajikan materi agama Islam secara lugas dan mudah dipahami  serta dapat  bersinggungan  secara langsung  dalam  kehidupan siswa. Berangkat dari permasalahan tersebut diatas maka peneliti berusaha mengadakan penelitian tentang metode pembelajaran yang tepat dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak.
Peneliti  yang sekaligus guru pratikan  berusaha menerapkan-menerapkan metode Cooperatif Learning dan metode Diskusi dalam meningkatkan keaktifan siswa  dan lebih memahamkan siswa  dalam mempelajari  mata pelajaran Aqidah Akhlak.  Metode  cooperatif learning  hampir sama  dengan  metode    kelompok, pembentukan kelompok  untuk belajar salah satu alternatif dalam keberhasilan pendidikan.   Pada   dasarnya   metode   cooperatif   learning   guna   membentuk kerjasama dalam belajar dengan proses yang bertanggung jawab sesama anggota kelompoknya.
Sebagai tindak lanjut dalam pembelajaran maka peneliti menggunakan metode yang kedua yaitu diskusi kelas guna memperesentasikan  hasil dari belajar kelompoknya.  Suasana  kelompok  yang  lebih  mengutamakan  kerjasama  antar siswa tanpa membedakan siswa yang pandai dan siswa yang kurang mampu untuk dapat menjadi penyeimbang dalam proses belajar mengajar. Suasana tolong menolong  dalam  kelompok  diharapkan  dapat  menolong  siswa  yang  kurang mampu untuk dapat memahami materi pelajaran dan dalamBAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu materi penting dalam pelaksanaan pendidikan formal terutama yang berbasis umum. Hal tersebut dikarenakan materi pendidikan Agama Islam merupakan satu-satunya wahana untuk memberikan pengetahuan keagamaan, jika peserta didik tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang bernuansa religius selain disekolah, maka guru memegang peranan penting dalam mengelola dan mengambil tindakan bagaimana dan seberapa  jauh  tingkat  penguasaan  peserta  didik  terhadap  materi  pendidikan Agama  Islam.  Kegiatan  belajar  mengajar  yang  dapat  melahirkan  interaksi- interaksi antar potensi yang ada dalam diri peserta didik merupakan suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal diantaranya bagaimana guru dengan segenap pengalaman dan pengetahuannya mampu mengelola dengan menggunakan metodelogi yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik
Dalam mencapai tujuan dari pada instrumen itu adalah metode dalam mengajar.  Banyak  metode  yang  bisa  digunakan  dalam  pengajaran  sehingga seorang   guru harus selektif dalam memilih   dan menggunakan   metode pembelajaran.  Dalam  pembentukan  akhlaq  peserta  didik  maka  pembelajaran agama islam memegang peranan yang sangat penting. Mengingat dalam agama islam sudah tercantum tata cara berakhlaq, hukum agama islam, hukum ibadah dan lain sebagainya.
Dalam  kehidupan  sehari-hari  kita  melihat  pendidikan  agama  islam kurang begitu diminati oleh peserta didik. Banyak  yang menganggap   bahwa pendidikan  agama islam sudah mereka  dapat dalam  sekolah-sekolah  non formal yang ada di musholla atau dimasjid sehingga minat untuk belajar   agama islam sangatlah kurang. Selain dari pada itu pembelajaran Aqidah Akhlak dirasa kurang menarik minat siswa karena tidak adanya metode yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran tersebut.
Pelajaran Aqidah Akhlak akan selalu bersinggungan dengan kehidupan manusia sehari-hari, sebab sebagai insan yang beragama islam maka Aqidah dan


Akhlak yang sesuai dengen ajaran agama Islam akan selalu melekat pada kehidupan mereka. Untuk itu perlu adanya metode pembelajaran yang tepat untuk mengajar pendidikan agama terutama mata pelajaran Aqidah Akhlak disekolah. Seperti kita ketahui bahwa mata pelajaran Aqidah Akhlak merupakan mata pelajaran yang memuat tentang dasar keyakinan yang pokok atau Aqidah yakni yang menyangkut keimanan seseorang serta tata cara bersikap dan bermoral baik dalam hubungannya dengan Hablimminallah ataupun Hablumminannas dan lingkungan alam sekitar, sehingga mata pelajaran Aqidah Akhlak akan tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengingat pentingnya materi agama dalam kehidupan manusia dan dengan   semakin   majunya   perkembangan   ilmu   pengetahuan   dan   teknologi membuat kita harus mampu menyajikan materi agama Islam secara lugas dan mudah dipahami  serta dapat  bersinggungan  secara langsung  dalam  kehidupan siswa. Berangkat dari permasalahan tersebut diatas maka peneliti berusaha mengadakan penelitian tentang metode pembelajaran yang tepat dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak.
Peneliti  yang sekaligus guru pratikan  berusaha menerapkan-menerapkan metode Cooperatif Learning dan metode Diskusi dalam meningkatkan keaktifan siswa  dan lebih memahamkan siswa  dalam mempelajari  mata pelajaran Aqidah Akhlak.  Metode  cooperatif learning  hampir sama  dengan  metode    kelompok, pembentukan kelompok  untuk belajar salah satu alternatif dalam keberhasilan pendidikan.   Pada   dasarnya   metode   cooperatif   learning   guna   membentuk kerjasama dalam belajar dengan proses yang bertanggung jawab sesama anggota kelompoknya. Download

No comments:

Post a Comment